<data xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance">
<row _id="1"><Kode>1.02.003</Kode><Elemen>Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit</Elemen><Data 2019 xsi:nil="true" /><Data 2020 /><Data 2021 xsi:nil="true" /><Data 2022 xsi:nil="true" /><Data 2023 xsi:nil="true" /><Satuan /><Sifat Data /><Status /><Penanggung Jawab /></row>
<row _id="2"><Kode>1.02.003.001</Kode><Elemen>TBC BTA</Elemen><Data 2019 xsi:nil="true" /><Data 2020 /><Data 2021 xsi:nil="true" /><Data 2022 xsi:nil="true" /><Data 2023 xsi:nil="true" /><Satuan /><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status /><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="3"><Kode>1.02.003.001.01</Kode><Elemen>Jumlah Penderita Baru TBC BTA yang Ditemukan dan Diobati</Elemen><Data 2019>26400</Data 2019><Data 2020>297,00</Data 2020><Data 2021>23600</Data 2021><Data 2022>334</Data 2022><Data 2023>736</Data 2023><Satuan>Orang</Satuan><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status>-</Status><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="4"><Kode>1.02.003.001.02</Kode><Elemen>Jumlah Perkiraan Penderita Baru TBC BTA</Elemen><Data 2019>7.813</Data 2019><Data 2020>4.736,00</Data 2020><Data 2021>4.576</Data 2021><Data 2022>1.4</Data 2022><Data 2023>3.509</Data 2023><Satuan>Orang</Satuan><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status>-</Status><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="5"><Kode>1.02.003.002</Kode><Elemen>DBD</Elemen><Data 2019 xsi:nil="true" /><Data 2020 /><Data 2021 xsi:nil="true" /><Data 2022 xsi:nil="true" /><Data 2023 xsi:nil="true" /><Satuan /><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status /><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="6"><Kode>1.02.003.002.01</Kode><Elemen>Jumlah Penderita Baru DBD yang Ditemukan dan Diobati</Elemen><Data 2019>72800</Data 2019><Data 2020>810,00</Data 2020><Data 2021>28200</Data 2021><Data 2022>330</Data 2022><Data 2023>146</Data 2023><Satuan>Orang</Satuan><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status>-</Status><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="7"><Kode>1.02.003.003</Kode><Elemen>Acute Flacid Paraly</Elemen><Data 2019 xsi:nil="true" /><Data 2020 /><Data 2021 xsi:nil="true" /><Data 2022 xsi:nil="true" /><Data 2023 xsi:nil="true" /><Satuan /><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status /><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
<row _id="8"><Kode>1.02.003.003.01</Kode><Elemen>Jumlah Penderita Baru Acute Flacid Paraly yang Ditemukan dan Diobati</Elemen><Data 2019>900</Data 2019><Data 2020>'0,00</Data 2020><Data 2021>500</Data 2021><Data 2022>10</Data 2022><Data 2023>8</Data 2023><Satuan>Orang</Satuan><Sifat Data>Tahunan</Sifat Data><Status>-</Status><Penanggung Jawab>Dinas Kesehatan</Penanggung Jawab></row>
</data>
